Monday, March 28, 2011

Mimpi Peduli Terbukti!

The Hermes, originally uploaded by thehermes09.
Well, akhirnya lihat donk senyum bahagia kami semua di foto ini.

We did it!
Launched book!

Saya nggak pandai bercerita  seperti teman-teman lainnya. Tapi berada di antara mereka selama kurang dari 2,5 jam cukup membuat saya haru dan bahagia saat hari H :)

Yang penasaran sama bukunya silakan order di http://hermesian.wordpress.com

Selengkapnya di flickr @TheHermes dan baca juga postingan di Blog The Hermes

Thursday, March 17, 2011

Launching Empat Elemen by The Hermes

 Empat Elemen design cover by @lalabohang

Empat Elemen #Hermes For Charity Vol 2. by The Hermes 
Air. Api. Tanah. Udara.
Empedocles menyebutnya sebagai empat elemen pembentuk alam semesta.  Semua  benda merupakan campuran air, api, tanah, dan udara dalam proporsi yang  beragam. Perubahan terjadi karena keempat elemen itu saling berpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kematian, kehidupan, bencana, dipengaruhi campur tangan empat elemen itu.

 Berawal dari niat tulus dari lubuk hati untuk membantu saudara yang terkena musibah di Merapi, tiga puluh kontributor menyatukan empat elemen itu dalam satu wadah: Hermes for Charity Volume 2. Dalam buku ini, anda bisa membaca dua puluh sembilan prosa dan puisi, sambil ikut menyumbang untuk pemulihan  wilayah bencana.

Judul Buku          : Empat Elemen
Penulis               : The Hermes and Friends
Penerbit              : The Hermes
Cetakan               : Pertama, 2011
Tebal buku          : 208 halaman
ISBN                   : 9789791810364
Harga                  : Rp. 50.000 ., *minimal- donasi

Donasi untuk Recovery Merapi

Keterangan pembelian :http://hermesian.wordpress.com

    

Monday, February 28, 2011

The Hermes Proudly Present: Empat Elemen (Book Version)


Alhamdulilah, Puji Tuhan, setelah hampir dua bulan berusaha untuk membukukan E book Hermes 4 charity Vol 2 : Empat Elemen,  akhirnya pekan lalu impian ini menjadi kenyataan.

Disponsori oleh Helios Capital dan Yayasan Warna Warni, akhirnya kami dapat menyajikan kumpulan cerita pendek, fiksimini, dan puisi dalam E book tersebut dalam bentuk buku. Kini kamu nggak hanya bisa membacanya di layar komputer atau laptop mu. Dengan hanya menyumbang Rp. 50.000,-* kamu bisa membacanya di manapun kamu merasa ingin membacanya.

Yang harus kamu lakukan adalah mengisi kolom Pembelian Empat Elemen yang ada pada sidebar blog ini, dan tunggu e mail konfirmasi dari kami. Atau klik disini Empat Elemen - Hermes For Charity

Ayo… tunggu apa lagi? cepat kirimkan e mail pesanan mu dan nikmati kisah-kisah menyentuh dari The Hermes and Friends. Kepedulian kamu, adalah senyum cerah anak-anak bangsa.
Hormat kami dengan cinta,
The Hermes & Friends
***
* Harga yang tercantum adalah harga minimum. Kompilasi ini dirilis untuk penggalangan dana.  Harga maksimum bisa ditetapkan sendiri oleh pembeli.

Friday, January 21, 2011

#WanitaJakarta - Part3


Memakan bekal di jam makan siang. Membicarakan mahalnya harga cabe

Kecewa kala melalui senja tanpanya

Melantunkan lagu sendu memeluk bayiku di hadapan mereka yang berbaju rapi dalam bis kota  

Samar-samar terdengar penawaran penjual senter.Tidurku di atas Patas sedikit terganggu

Kami bertukar cerita. Dari harga susu,pembantu,hingga mertua  

Mencoba tetap terjaga di ruang keluarga,menunggu sang putri kembali sebelum dini hari  

Ia gelisah,apakah malam ini hampa memeluk mimpi sendiri.Suami,lekas kembali.

Sepenggal dongeng klasik terucap darinya.Mengantar buah hati memejam mata.Kecupan di kening tak terlupakan. 

Menutup hidangan dgn tutup saji.Mengecup kening yg masih terlelap,sang suami dan buah hati.Lalu aku pergi.  

Membenarkan pashmina yang dikenakan,mencoba menghangatkan badan ditengah penghawaan buatan

Berlari-lari kecil dengan payung di tangannya. Hujan membuka pagi membuatnya lebih berhati-hati melintasi penyebrangan

Tuesday, January 18, 2011

#WanitaJakarta - Part2



Apa jadinya bila aku tak memilih naik mobilmu menembus 3in1?Aku pasti kehujanan.

Saat jam 3 dalam 1 berlaku,aku menunggumu di trotoar Pakubuwono

Selamat malam Jakarta.Aku akan bermimpi tentang

Saat yang lain terlelap pulas,dia di dunia gemerlap membuat pria-pria puas

Tengah bulan gelisah,akan belanja sayur murah apa untuk keluarga

Memeras ASI lalu disimpan rapi.Terbayang sang bayi pasti menanti ku kembali jam5 sore ini

Menyiapkan di pagi kala memulai hari dan sore kala melepas penatnya

Terlilit hutang,membuatnya pasrah melepas kutang.Setiap malam.


Lepas rehat akhir pekan,setumpuk agenda awal pekan mengantri di kepala

tergesa-gesa mengikuti ritme denyut nadi kota

Aku yang menghabiskan seperempat hari dan malamku di jalan