Thursday, May 27, 2010

Friend Request


"Hey!!"

"Eh.. mbak! Apa kabar?" tanyanya sambil menjabat tanganku.

"Baik.. Wah sukses banget sekarang uda ngelatih ampe luar negeri..."

Dia tersenyum "Bisa aja mbak kamu..."

"Eh sorry ya aku buru-buru..."

"Monggo-monggo..."

"Ntar ketemu lagi di dalam.. Kamu duduk dimana?"

"VIP mbak..."



"Oke.. Aku mau makan dulu, ntar aku cari di dalam ya!"

Aku berjalan meninggalkannya yang berdiri di pintu masuk Istora. Sedikit tergesa-gesa karena waktu istirahat sebelum perlombaan dimulai lagi tidak lama. Waktu yang smepit ini kugunakan untuk makan dan sholat sebelum kembali masuk dan menonton di tribun VIP.

Ini tahun kedua aku berada di Istora untuk menyaksikan perlombaan Marching Band yang digelar oleh slaah satu yayasan pondok pesantren di Jakarta. Tapi ini adalah tahun kesepuluh aku menjadi pengunjung setia Istora untuk event Marching band.

***
Aku menyodorkan tangan kiriku kepada penjaga pintu. Gelang hijau yang aku kenakan adalah pertanda bahwa aku adalah penonton yang membeli tiket untuk duduk di tribun VIP. Aku segera melangkah setelah si penjaga mempersilahkan aku masuk.


Wah... perhitunganku salah. Kupikir aku sudah cukup cepat makan dan sholat diluar tadi. Setibanya di dalam kupandangi tribun VIP sudah dipenuhi orang. Mana dia ya? Aku tak bisa mencarinya.Tribun ini sudah penuh sekali, bahkan aku harus rela duduk di tangga, bukan di tempat duduk.


Aku masih mencoba menebar pandangan, berharap menemukan sosoknya. Lama sekali tidak bertemu dengannya. Sejak aku lulus kuliah dan meninggalkan Jogja aku hanya bertemu dengan teman-teman marching band di Istora setiap akhir tahun. Atau di bulan Februari seperti saat ini. Nihil. Aku tak bisa menemukannya. Aku mencoba melupakan dan fokus pada arena, memberi support pada penampilan setiap tim.


***
3 bulan kemudian 

Lucu juga saat kuliah menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan ekstra kurikuler Marching band. Aku tertawa menonton video-video saat aku masih aktif bermain sebagai color guard di Marching band.


Ow aku hampir lupa, mau mencari akun Facebooknya. Dia yang terakhir kutemui Februari lalu. Mau menyampaikan maaf tempo hari tak berhasil menemuinya lagi di dalam tribun VIP. Pasti dia sudah kembali ke Malaysia bersama seniorku. Yang kutahu memang ia sedang melatih sebuah tim Marching band disana. 


Aku mencoba mencari melalui laman sneiorku. Aha! Ini dia akunnya. Dia salah satu dari sekian teman yang akrab denganku karena bertemu di dunia marching band. Meski kami tak satu almamater, tapi pertemanan antar unit sangat mengesankan. 


Ku klik tombol Add Friend


Dia anak yang berbakat. Pandai mengaransemen lagu. Usianya jauh lebih muda dariku. Beberapa tahun terakhir ia sudah melatih di unitnya dan terakhir ia pergi bersama sneiorku ke negeri Jiran untuk melatih juga. Luar biasa ya. Senyumnya yang khas menandakan keramah-tamahannya pada siapa saja.


***

Mas Ody
..innalillahi wa innailaihi rojiun.. telah berpulang kerahmatullah saudara kita yandi gunawan.. semoga beliau tenang dan diterima disisi-Nya.. serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, mohon maaf lahir dan bathin atas semua kekhilafannya.. al'fatihah..18 hours ago
Aku tak percaya menatap monitorku. Status dari seniorku membuatku tertegun. Orang yang belum sempat menerima permintaan pertemananku melalui Facebook sudah tiada.
Aku segera membuka halaman akunnya. Membaca setiap postingan doa dari rekan-rekan. Terharu. Dia memang anak yang baik, semua orang bangga padanya dan mencintainya , semua doa terucap untuknya.

Baru kali ini aku tahu rasanya, membaca halaman Facebook yang sudah lagi tak bertuan. Ditinggalkan selama-lamanya oleh pemiliknya. Aku jadi kepikiran untuk memberi tahu passwordku kepada orang terdekat, agar suatu saat kala aku lebih dulu dipanggil olehNya, laman Facebookku tetap ada yang mengurus. :)

Allah memang Maha, kepadaNyalah semua kembali. Tak apa, permintaanku pertemananku akan terpending, selama-lamanya. Selamat jalan teman.
 27 May 2010
10:58 am
Dedicated to Yandhi, sahabat dari MB CDB UNY. U're a great player and coach. Selamat jalan ..Allah bless u






2 comments:

  1. wuah..never thought of this b4.
    kita emang ngga kan pnah bs duga ya, when will our journey here will end.. sholat dulu ah (mendadak rajin :P)

    ReplyDelete
  2. Hahaha Ade...
    Yes, this is true story, based on true story.
    Gak ada yg tau berapa lama lagi kontrak kita di dunia. :)

    Makasih uda mampir disini :)

    ReplyDelete