Mungkin karena aku dilahirkan dalam keluarga Jawa, kudapan yang setia menemani teh saat sore tiba adalah singkong. Ayahku penggemar singkong baik digoreng maupun direbus. Jadi tak heran Ibu selalu menyiapkan kudapan singkong untuk keluarga. Tapi itu dulu, saat aku masih kecil. Saat kami (aku dan kakak-kakakku) beranjak remaja dan dewasa, kami tak lagi tinggal bersama. Ayah Ibu menetap di Jogja, sedangkan kami mengadu nasib di Jakarta.
Aku selalu merindukan singkong goreng dan rebus buatan Ibu. Di Jakarta, pilihannya hanya membeli gorengan di pinggir jalan untuk menyantap singkong. Tapi resikonya aku harus mengalami sakit batuk setiap habis mengonsumsi gorengan singkong di pinggir jalan. Minyak yang digunakan mungkin memang tidak sehat untuk kita.


This is a new ways to #enjoyjakarta cyn!
Halo anak singkong hahaha
ReplyDeleteHelo Kaka Luthfan :D
Deleteane kira sepanjang buku nya gan., hehehe, slam anak singkong.,
ReplyDeleteBuku opo gan?
Deletesambal roa itu apa mbak? :o
ReplyDeleteSambelnya itu gmn ya jelasinnya... *bingung
DeleteBerbagi Kisah, Informasi dan Foto
ReplyDeleteTentang Indahnya INDONESIA
www.jelajah-nesia.blogspot.com
emang ubi kui pancen enakk
ReplyDeletepancen enak singkong kui... opo maneh di bakar
ReplyDelete