Friday, October 31, 2014

Hati Mulia Bocah Berseragam Pramuka

Hari Jumat, adalah hari yang paling diberkahi. Setidaknya menurut keyakinan saya begitu. Tadi pagi, saya mendapat berkah lewat sebuat 'teguran'.

Seperti biasa, setiap hari perjalanan menuju kantor diawali dengan naik angkot. Angkot jurusan Ciputat- Pondok Labu yang saya tumpangi nyaris penuh. Sampai seorang bocah berseragam Pramuka SD menggenapi bangku angkot, duduk di sebelah saya.

Seperti layaknya anak sekolah dasar lainnya, anak perempuan ini mengenakan baju pramuka, aroma matahari tercium dari rambutnya yang sedikit acak-acakan, ransel dan sepatunya berwarna pink, dan menggenggam plastik isi es teh lengkap dengan sedotan. Gayanya cuek melihat ke arah luar jendela sembari menyeruput es teh manisnya. Kurasa dia masih duduk di kelas 3 SD. Karena perawakannya yang belum terlalu besar.

Tak berapa lama, naiklah seorang bocah pengamen. Pengamen di angkot pasti hanya memilih duduk di tepian pintu angkot. Senjatanya hanya satu, botol plastik berisi beras. Saat digoyangkan akan menjadi alat musik memberi tempo untuk mengiringinya bernyanyi.

Dalam hati saya berkata "Duh dek, masih pagi kok ya udah ngamen. Di angkot pulak." Tapi suara hati saya jelas tidak mungkin terdengar olehnya. Dia tetap saja mulai bernyanyi. Melantunlah sebuah lagu yang saya sendiri tidak familiar dengan lagu itu.

Lalu kemudian....