Monday, July 13, 2015

Daftar Kuliner di Jogja

Ciye yang udah pada mau mudik, ni pas banget dapet brodcast message tentang daftar KULINER JOGJAKARTA Istimewa:

Petunjuk membaca:
1. Utara alias Lor patokannya adalah Gunung Merapi.
2. Kidul alias Selatan ya jelas arah berlawanannya gunung Merapi.
3. Timur atau Wetan berarti kanan Anda bila Anda menghadap ke Gunung Merapi
4. Barat atau Kulon berarti kiri Anda bila menghadap ke Gunung Merapi

Selamat mudik!
From: http://http://kuliner.panduanwisata.id

# GUDEG
- Gudeg Bu Djuminten: Jl Kranggan 69
- Gudeg Bu Pujo (Permata): Jl Gajah Mada 11 (lesehan buka pukul 21.00)
- Gudeg Ceker Bu Nining: Jl A Yani 16
- Gudeg Ceker Bu Yanti: Jl Monjali
- Gudeg Ceker Seturan Sedep Raos: Jl Seturan 15 (warung tenda)
- Gudeg Cukupan Batas Kota: Jl Solo 28 (lesehan seberang Saphir Square)
- Gudeg Geneng Mbah Marto: Dusun Nengahan, Panggungharjo, Sewon, Bantul (belakang kampus ISI)
- Gudeg Kentungan: Jl Kaliurang km 5
- Gudeg Kuncen Bu Sri: Jl HOS Cokroaminoto (depan Apotik Kimia Farma)
- Gudeg Manggar Bu Hendro: Jl Hayam Wuruk (seberang Pasar Lempuyangan)
- Gudeg Manggar Pembayun: Mangir, Pajangan, Bantul
- Gudeg Mbarek Bu Hj Amad: Utara Selokan Mataram UGM
- Gudeg Mercon Ibu Tinah: Jl Asem Gede-Kranggan (buka pukul 20.00)
- Gudeg Pawon Jl. Prof Soepomo 36, Janturan (buka pukul 23.00)
- Gudeg Sagan: Jl Prof Herman Yohanes 53 (pukul 15.00 sd 00.00)
- Gudeg Tugu Bu Wagiyem: Jl Diponegoro (lesehan)
- Gudeg Wijilan Bu Lies: Jl Wijilan 5 (buka 24 jam)
- Gudeg Wijilan Bu Nur: Jl Wijilan
- Gudeg Wijilan Bu Slamet: Jl Wijilan 17
- Gudeg Yu Djum: Utara Selokan Mataram UGM
- Gudeg Yu Narni: Jl Kaliurang km 4,5 (lor Kehutanan UGM)
- Gudeg Yu Yah: Jl Magelang km 5 (warung tenda kidul Terminal Jombor)
- Rantengan Bu Warno: Jl A Yani (lantai 2 Pasar Beringharjo) & Jl Jagalan Beji PA I/43 Pakualaman


# BAKMI
- Bakmi Doring: Jl Suryowijayan 348
- Bakmi Jokteng: Perempatan Pojok Benteng Barat
- Bakmi Jombor: Jl Magelang km 6,3 (Flyover Jombor)
- Bakmi Kadin Mbah Hj Karto: Jl Bintaran Kulon 6
- Bakmi Mbah Gito: Jl Nyi Ageng Nis, Rejowinangun
- Bakmi Mbah Hadi: SPBU Terban
- Bakmi Mbah Mo: Dusun Code, Kulon Perempatan Manding, Bantul
- Bakmi Mbah Wito: Dusun Kemoro Sari 1, Desa Piyaman, Wonosari
- Bakmi Mbak Yuni: Jl Wongsodirjan (lor Stasiun Tugu)
- Bakmi Pak Geno: Jl Parangtritis km 23 Patalan, Jetis, Bantul
- Bakmi Pak Harjo Geno: Pasar Prawirotaman
- Bakmi Pak Juki: Jl Yacaranda 1, Sekip (depan Apotik Gajah Mada)
- Bakmi Pak Juki: Depan SPBU Sagan
- Bakmi Pak Pele: Wetan Pagelaran Kraton, Alun-Alun Lor
- Bakmi Pak Rebo: Jl Brigjen Katamso 167, Kintelan
- Bakmi Shibishu: Jl Raya Bantul 106
- Mie Ayam Mas Yudi: Jl Taman Siswa 158
- Mie Lethek Kang Sum: Imogiri (lor reruntuhan Pasar Imogiri)
- Mie Lethek Mbah Mendes: Jl Ringroad Utara (200 meter kulon Lotte Mart)

Monday, November 10, 2014

Kisah Klasik Macet

“Men, Jumat gini macet banget!”
Saya memandangi teman saya yang masih berceloteh mengeluh panjang lebar tentang kemacetan yang baru saja dia hadapi tadi pagi. Hari Jumat rasanya nggak heran kalau macetnya agak menyebalkan. Karena, jelang akhir pekan banyak karyawan yang memilih membawa kendaraan pribadi dengan alasan akan liburan ke luar kota, atau alasan pulang kampung bagi yang punya keluarga tidak di Jabodetabek.
“Udah ngomelnya?” tanya saya.
Dia menggelengkan kepala sambil berlalu. Mungkin ia kesal karena saya hanya merespon dengan pertanyaan yang bukan diinginkannya. Dalam bayangannya mungkin saya akan memberi “puk-puk” tanda belas kasihan sebagai respon atas cerita kemacetan yang dialaminya. Atau mungkin dia membayangkan saya menimpali dengan keluhan menggebu-gebu yang sama persis dengan apa yang dikeluhkannya.
Jelas saya nggak akan berempati dengan apa yang baru dia alami. Alasannya sederhana, karena dia pengguna kendaraan pribadi. Sedih sih, saat orang yang mengeluh kemacetan padahal dia termasuk penyumbang kemacetan juga. Ya kan?

Friday, October 31, 2014

Hati Mulia Bocah Berseragam Pramuka

Hari Jumat, adalah hari yang paling diberkahi. Setidaknya menurut keyakinan saya begitu. Tadi pagi, saya mendapat berkah lewat sebuat 'teguran'.

Seperti biasa, setiap hari perjalanan menuju kantor diawali dengan naik angkot. Angkot jurusan Ciputat- Pondok Labu yang saya tumpangi nyaris penuh. Sampai seorang bocah berseragam Pramuka SD menggenapi bangku angkot, duduk di sebelah saya.

Seperti layaknya anak sekolah dasar lainnya, anak perempuan ini mengenakan baju pramuka, aroma matahari tercium dari rambutnya yang sedikit acak-acakan, ransel dan sepatunya berwarna pink, dan menggenggam plastik isi es teh lengkap dengan sedotan. Gayanya cuek melihat ke arah luar jendela sembari menyeruput es teh manisnya. Kurasa dia masih duduk di kelas 3 SD. Karena perawakannya yang belum terlalu besar.

Tak berapa lama, naiklah seorang bocah pengamen. Pengamen di angkot pasti hanya memilih duduk di tepian pintu angkot. Senjatanya hanya satu, botol plastik berisi beras. Saat digoyangkan akan menjadi alat musik memberi tempo untuk mengiringinya bernyanyi.

Dalam hati saya berkata "Duh dek, masih pagi kok ya udah ngamen. Di angkot pulak." Tapi suara hati saya jelas tidak mungkin terdengar olehnya. Dia tetap saja mulai bernyanyi. Melantunlah sebuah lagu yang saya sendiri tidak familiar dengan lagu itu.

Lalu kemudian....

Monday, October 06, 2014

#votEv♥ny di Rising Star Indonesia

Saya jadi penyimak acara Rising Star Indonesia karena satu alasan, Evony Arty. Saya jatuh cinta sekali dengan suaranya yang khas :)

Memasuki minggu #FinalDuels, saya dan beberapa rekan mencoba mengajak teman-teman yang suka dengan suara Evony untuk memberi dukungan melalui #votEvony.

Gerakan ini adalah inisiasi dari beberapa teman-teman dekat Evony. Kalau kamu juga suka dengan suara Evony, boleh banget ikutan juga.

Yuk ikutan Selfie #votEv♥ny

Caranya;
- Selfie dengan tulisan tangan #VotEvony
- Posting di akun Facebook/Twitter/Instagram/Path atau socmed lainnya
- Caption support sertai #EvonyArty #RSI #RisingStarIndonesia #FinalDuels
- Jangan lupa mention ke Twitter @evonyarty atau Facebook @evony arty jiwani

Contohnya:
Keep Fighting! #EvonyArty #RSI #RisingStarIndonesia #FinalDuels @evonyarty









Postingan bisa kamu lakuin kapanpun dan sesering apapun sampai hari Kamis/Jumat.

Satu postinganmu = Sejuta semangat untuk Evony!

Untuk yang belum pernah tahu gimana suara Evony, simak beberapa video ini:





Stay tune di RCTI kamis/Jumat 9/10 Oktober 2014
Gimana cara Votenya?
1. Download aplikasi Rising Star Indonesia secara GRATIS di Apple App Store atau di Google Play: Berikut sistem yang dapat digunakan untuk aplikasi Rising Star Indonesia:
- iOS 6 ke atas
- Android 4.1 ke atas
2. Sign Up menggunakan akun Facebook, atau Twitter, atau Google+
3. Selama program berlangsung, kamu harus Check In terlebih dahulu sebelum melakukan voting untuk penampilan tiap-tiap kontestan
4. Vote Evony Arty Jiwani Pilih YES (warna biru)
Support Evony as the next RISING STAR INDONESIA. 

Thursday, September 18, 2014

Hidup Mati #AksiKotakOranye via Smartphone

Saya masih ingat bagaimana teman saya bertanya di tahun 2009, "Kamu kan kerjanya di online media, hp kok masih jadul gitu?". Sebenernya handphone yang saya gunakan nggak jadul-jadul amat sih, sudah java kok. Dan saya merasa cukup karena sudah bisa twitteran dan facebook-an. Wajar sih, saat itu demam BB melanda.

Pertanyaan yang sama muncul lagi saat tahun 2011, "Kamu anak socmed, ngurusin komunitas tapi smartphone gitu aja cukup?" . Ya, saat itu memang saya sudah menggunakan smartphone, tapi yang spek-nya terbatas. Buat saya, saat itu sudah cukup kok mengakomodir eksistensi saya dan komunitas yang saya jalani saat itu. 

Di tahun 2013, akhirnya saya menggunakan smartphone yang sangat mumpuni. Dan saya sangat terbantu. Karena dua tahun belakangan ini (per 2013) saya bergabung bersama teman-teman dari #AksiKotakOranye. Meski hanya momentum bulan puasa tapi apa yang harus saya lakukan sangat padat.  

Kalau inget-inget wejangan Abang Edwin saat Smartfren Community Sharing Komunitas (5/9), komunitas #AksiKotakOranye ini entah masuk dikategori yang mana ya? Interest, Circumstaces, atau Worktype? Karena, kami berasal dari berbagai macam latar pekerjaan, punya hobi yang berbeda, tapi yang menyatukan kami adalah niat yang sama. Bergerak di bidang charity, niatnya sederhana, berbagi kue lebaran dengan keluarga yang kurang mampu. Kami mengumpulkan kue lebaran dari donatur selama bulan puasa, dan membagikannya ke titik distribusi yang kami survey sebelumnya di H-2 sebelum Lebaran tiba. 

Hasilnya dua tahun ini #AksiKotakOranye cukup berhasil menyebarkan virus berbagi :) Semua hanya kami lakukan melalui social media. Bisa ditebak, saya memang mimin di belakang akun-akun social media Kotak Oranye bersama beberapa teman. Thanks god era kekinian mempermudah kita untuk punya tools (social media channel) yang mempermudah komunitas kita dikenal banyak orang bahkan yang berada out of our friends circle.

Dengan smartphone jelas sangat membantu pelaksanaan program #AksiKotakOranye untuk publikasi dan woro-woro ke khalayak umum di dunia maya. Karena saat prime time, saya biasanya masih di jalan. Cukup dengan smartphone saya bisa berkicau, saya bisa kordinasi by email dengan teman-teman Kotak Oranye. Bahkan saat selesai meeting, kami pasti langsung memposting foto kami di social media. Pergerakan kami bisa dipantau deh :D

Begitu juga saat hari-H, update tentang penyerahan Kue Lebaran ke titik distribusi kami lakukan #livetweet juga. Jadi Insya Allah donatur bisa liat dokumentasinya lengkap. Oiya di tahun ini kami menggelar di 3 kota besar lho, Jakarta, Bali dan Jogja. Lagi-lagi terimakasih teknologi, meski tersebar di tiga kota, informasi kami masif tersampaikan melalui tools social media.

Tapi, permasalahannya... smartphone yang sudah mumpuni ini belum juga memuaskan saya sebagai penggiat social media dan komunitas. Saya punya gelar miss typo. Bahkan gelar itu saya pajang di bio twitter saya . Entah, saking otak ini ingin segera menyampaikan apa yang saya mau ketik, motorik saya nggak bisa ngimbangi , terlebih dengan touchscreen. So sad. 

Dampaknya agak buruk sih saat lagi gencar campaign untuk #AksiKotakOranye via Twitter misalnya, harus nutup muka karena postingan yang terlanjur diRT followers ada yang typo. Hehehehe. *lambai bendera putih*

#SmartGadget yang nggak touchscreen mungkin bisa jadi solusi ya? 
Seperti yang temen-temen Smartfren perkenalkan di #SmartEvent #SmartHangout di Pisa Cafe , Menteng 5 September lalu... #Smartfren Andromax G2 Touch Qwerty. Ouch! Tim Komunikesyen Kotak Oranye yang malam itu bareng sama saya datang ke acara langsung ngelirik ke saya. Iya, saya harusnya make ini smartphone untuk meminimalisir kebiasaan typo saya.  


Well, akhir kata, mari kita berlomba-lomba untuk berbagi, menyebar semangat berbagi melalui komunitas. Maksimalkan penggunaan smartphone kamu untuk perangkat mengaktifkan tools social media di jalur positif. Semakin banyak bibit yang kau tanam, banyak buah yang akan kau petik! Semakin banyak kamu berteman,  semoga menjadi berkah, titik! 

Cheers :)