Tuesday, August 24, 2010

7 Hasta

Panggilan terdengar jelas, aku lekas bergegas.

"Hey, jangan letakkan sujudmu hanya sekilas..."

Aku terdiam sejenak, dan menatap sujudku menghadap kiblat.

"Ya..bila kau ingin menjadi hambaNya yang ikhlas".

Tak kuulang, kali kedua kening ini menyentuh tempat berpijak lebih lama. Aku merasakannya. Ya, ini titik terdekatku denganNya. Aku menangis.

Menyebut namaNya kuharap takkan terhenti. Kusempatkan lagi kala pagi sebelum memulai hari.
7 hasta sebagai pertanda, kuulang lagi takbirku, mengagungkan namaMu.

Matahari telah hadir dengan sempurna, menyempurnakan jagat raya.

Aku, tetap dalam ketiadaan.
Jauh dari kesempurnaan. Masih berharap akan keberadaan 7 hasta setelah terbitnya di hari esok.

***
Lantai 31
3:42 pm

Merenung-renungi kekuatan dan keajaiban Dhuha

* Maksud sepenggal/1 tombak/7 hasta, adalah apabila matahari sudah terbitdengan sempurna dan sudah menyinari bumi ini, kalau kita hitung dengan menit kira-kira setengah jam setelah terbit matahari, sejak itulah sudah bisa dilakukan salat dhuha. Karena pada saat terbit mata hari dilarang melakukan salat. (syekh sayid sabiq. fiqh sunnah. 1/ 208)