Sunday, February 19, 2012

Man Jadda Wajada versi Vloggers

Sabtu pagi, biasanya saya lewati dengan pergi ke kampus. Maklum nasib mahasiswa program kelas karyawan yang menuntut ilmu sehari penuh di hari Sabtu. Tapi tidak Sabtu, 18 Februari 2012 yang lalu, pagi-pagi diriku sudah melenggang menujut fX. Pusat perbelanjaan di bilangan Senayan Jakarta Selatan belum ramai pagi itu. Tapi sesampainya di lantai 7, mata yang tadinya masih mengantuk dan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul menjadi hidup saat memandang bangku depan outlet Baskin Robins sudah penuh dengan Vloggers dari VIVAnews.




Vloggers
"Kamu terlambat...", begitu sapa @seeska salah satu teman baik saya dari komunitas menulis yang memang saya ajak untuk hadir sebagai Vloggers di acara pagi itu. Saya tersenyum sambil mendaratkan pipi pada pipinya.

Ternyata saya kalah pagi dari teman-teman di sini, mereka sudah tampak akrab berbincang satu sama lain. Jadi ceritanya pagi itu ajang kopdar VLoggers dengan acara nobar Negeri 5 Menara. Setelah 2 minggu yang lalu saya bertegur sapa hanya melalui email dengan mereka, dan sempat dipanggil-seperti biasa- mas oleh salah satunya, akhirnya bisa berjabat tangan langsung dengan mereka.

Karena jadi ibu-ibunya anak-anak Vloggers, saya terpaksa meninggalkan mereka sejenak untuk menemui Citta, pihak Million Picture untuk kordinasi tentang lomba penulisan review yang digelar paska screening pagi itu. Million Pictures bekerjasama dengan VIVAnews mengundang 30 Vloggers dan juga beberapa komunitas seperti Kaskuser untuk hadir pada hari Sabtu (18/2) pagi di acara screening advance with bloggers.

Setelah menunggu sambil berfoto-foto, my bad, saya mengandalkan kamera teman-teman Vloggers :) (Nanti menyusul saya unggah ya kalau sudah dikirim mereka )  akhirnya tiba juga saat untuk menyaksikan film Negeri 5 Menara yang kesohor diangkat dari novel best seller di tahun 2011 ini. Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara pun berterimakasih dalam pidato singkatnya "Terimakasih sudah menyempatkan datang, pagi-pagi di hari Sabtu, menyempatkan untuk hadir di screening ini."

The Movie
Selama nontonin  film yang akan diputar mulai 1 Maret 2012 ini, tak sedikit Vloggers yang mengusap air matanya, ya termasuk saya. (mana gak ada tissu pula) Film yang skenarionya ditulis oleh Salman Aristo ini memang tergolong berhasil memvisualisasikan semua cerita di dalam novelnya. Ya secara Salman kan sudah terbukti ya di Laskar Pelanginya.

Film ini berkisah seorang Alif remaja yang lulus SMP dan bercita-cita sekolah di Bandung dan melanjutkan kuliah ITB. Waw cita-cita yang sangat tinggi ya. Ternyata, mimpi itu masih rendah lho, jika dibandingkan dengan saat Alif akhirnya menuruti keinginan orang tuanya untuk bersekolah di Pondok Madani Ponorogo Jawa Timur. Di sana ia bersama 5 orang rekannya menjuluki diri mereka Sahibul Menara, dan cita-cita mereka akan menginjakkan kaki di  luar negeri sesuai cita-cita pendidikan dan kerja.

Sempat saya bertanya "Kok kepikiran ya orang Padang menyekolahkan anaknya ke Jawa?". Teman saya menjawa, "Hello.. lo lupa anak laki-laki Padang itu kan harus merantau." Ah iya.. itu terlupakan sekali.

Film besutan sutradara Affandi Abdul Rachman ini pantes banget diacungi jemppol. Karena saya benar-benar terkesan dengan semua ke-Natural-an setting, alur, dan castnya juga. scene awal yang menyajikan bahasa Padang notok membuat saya tersenyum dan teringat teman saya Sitty Asiah yang harusnya ikut nonton tapi batal karena bederest (get well soon dear).

Yang lagi -lagi membuat saya terkesan, saat scene si Alif akan mulai ujian tulis, dan mengeluarkan pena merk pilot yang klasik banget! Dan saat scene Bandung era 88-an yang komplit disajikan dengan mobil-mobil tua. Pokoknya gak ada yang miss deh semua property terkait dengan setting waktu. Oh! satu ajah sik bagian pementasan seni yang dipersembahkan kelas 3 tarian hip hop, kayanya tahun 88-89 mah breakdance dengan ikat kepala gitu ya? bukan jaket dan topi dengan warna merah :)

Sayangnya perjalanan cerita minim konflik. Sekalinya ada konflik, kurang greget gitu. Cuma bagian Baso berpamitan itu yang bikin tersentuh.

Well, overal film yang berdurasi hampir 2 jam ini baik sekali... dan direspon dengan tepuk tangan meriah dari para bloggers yang hadir. Hadir pula dua orang dari genk Sahibul Menara, Billy Sandi (Baso) dan Ernest Samudera (Said). Pertemuan ini pun ditutup dengan foto bersama 30 orang Vloggers beserta Ahmad Fuadi dan dua orang cast film Negeri 5 Menara.

satucl.wordpress.com
Review Berhadiah
Sudah selesai nonton film dan foto-foto, saya mengingatkan lagi temen-temen Vloggers untuk inget tugas berikutnya. apalagi kalau bukan nulis review :) . Semangat Man Jadda Wajada mustinya diingat ama temen-temen Vloggers, siapa yang bersungguh-sungguh dia yang berhasil. Siapa yang serius nulis review, ya kali dapet hadiah :)

30 orang Vloggers akan menulis reviewnya dan 5 review terbaik akan mendapatkan hadiah dari Million Pictures. 2 pemenang utamanya berhak mendapatkan tiket gala premiere dan gala dinner bersama all cast dan kru film di pekan mendatang.

Seru ya...?? Saya excited sekali akan ada lagi kopdar serupa bersama temen-temen Vloggers lain yang belum berkesempatan hadir. Jadi simak kanal Vlog di VIVAnews, karena pasti akan ada acara-acara dan lomba-lomba yang sayang untuk dilewatkan. Ikuti pula akun Twitter @VIVAvlog untuk mendapatkan update Vlog terbaru.

Sampai jumpa di event lain! :)

Tulisan di atas juga diposting sebagai artikel laporan di VIVAnews 30 Vloggers Nobar Negeri 5 Menara

Video trailernya bisa dilihat di sini