Monday, February 06, 2012

Tunggu Aku

Boneka ini berbentuk perempuan dengan rambut kuning dari woll. Badannya keseluruhan sangat empuk berisi kapuk. Boneka ini mengenakan baju ungu polkadot kecil-kecil.

Entah aku tak pernah memberi nama padanya. Yang kuingat persis ini adalah hadiah darimu saat pulang dari bertugas di luar kota. Tak ada yang istimewa dari boneka itu, tapi menjadi istimewa karena kamu membelikannya untukku.

Aku sedang kangen padamu. Ini hari ibu, tapi aku ingin memberi sesuatu padamu. Tapi aku selalu tidak memiliki ide cemerlang untuk memberinya sesuatu yang berkesan.

Sama sekali aku tak punya bayangan apa-apa. Kuambil secarik kertas, dan aku hanya ingin menulis.


aku sayang kamu.
Aku hanya menyimpan ingatanku tentang yang pernah kita lalui. Mungkin tak urut, ini hanya spontan.

Aku ingat dari kecil sudah mengenal komputer, dan belajar bersamamu untuk angka desimal atau peta buta di komputer yang masih menggunakan disket besar itu.

Aku ingat waktu aku balita kamu yang menarik sepeda roda tigaku, sementara aku duduk dengan tenang diatasnya dan berjalan-jalan keliling kompleks. Iya, aku menaiki sepeda. Ow, dan aku terjerembab di got besar bukan?

Aku ingat ketakutan setengah mati saat Ulangan matematikaku di bangku kelas 3 SD mendapatkan angka 3. Tapi kamu tak sedikitpun marah padaku. Dan akhirnya aku berhasil ranking 3 di Cawu itu.

Aku ingat sangat senang berenang dan ditemanimu yang menjagaku duduk di gazebo pinggir kolam renang.

Aku ingat kamu mengantarkanku sekolah mulai dari aku TK hingga SMA. Tidak selalu, tapi aku sangat senang bila diantar olehmu.

Aku ingat pernah menulis tentangmu ketika duduk di bangku 1 SMA.

Aku ingat kamu  menungguiku di depan rumah saat aku pulang tengah malam. Kamu hanya diam. Begitu juga aku.

Aku ingat kita suka bernyanyi-nyanyi karaoke dirumah sendiri. Dengan lagu kesukaanmu, My Way.

Aku ingat suka membandel meminum tehmu yang disiapkan ibu di cangkir besar.

Ah terlalu banyak dan aku tak sanggup menulisnya.


Aku berdoa dan memohon selalu padaNya. Ayah selalu diberi kesehatan.
Aku ingin Ayah bisa mengantarkanku ke masa aku melepas masa lajangku.
Aku berharap ayah sempat menikahkanku.

Aku sayang ayah.


Ur daughter




***
Repost from 22 Dec 2009

Seperti janjiku setelah nonton Sang Pemimpi, aku janji nulis tentang Ayah di hari Ibu.
Selamat hari Ibu Ayah...:)

Kalau notes tentang Ibu sudah aku posting beberapa hari lalu SMS Ibu
Ditulis ulang untuk #30HariMenulisSuratCinta