Thursday, September 24, 2009

Mudik ala Galuh #1 - Kecewa dengan servismu tapi desainmu mengobatiku..

"Uda bangun Dek?"
"Uda lah pap...uda di taxi nih..."
"Ow yowis, kirain kesiangan..."
"Ora..."
"Yowis ati-ati yo..."
"Ya.."

Taksi hijau ini menembus sepi Jakarta dini hari. Tanganku masih menggenggam handphone kesayangan. Mataku melepas pandangan ke arah jalan yang masih lengang. Kulirik jam tanganku, ini masih pukul 03.20 dini hari.Aku sudah meninggalkan rumah di bilangan Jakarta Selatan menuju berkumpulnya kapal-kapal yang bisa terbang, yap Bandara!Perut sudah terisi nasi dan lauk sebagai menu sahur, mata ini sebenarnya masih ingin terpejam tapi aku tak mau sopir taksi ini justru membawaku bukan ke tempat tujuan bila aku tak terjaga.

Drrt..drttt..drtt...
One message received
'Uda berangkat?hati-hati ya'
Pesan dari kakak iparku, menanyakan posisi aku.Aku memang tidak sendiri di Jakarta, tapi aku tetap harus berangkat sendiri menuju bandara pagi ini.Meski terlahir sebagai bungsu aku selalu mandiri sedari kecil. Kubalas pesan singkat tadi menyatakan aku sudah di perjalanan menuju bandara.

Pandanganku kembali mengarah ke luar taksi. Bayangan Jogja sudah didepan mata,jelas sekali di depan mata.Terbayang landasan yang pendek di Bandara Adisuctjipto, terbayang sopir-sopir taksi yang menyambut kedatangan setiap penumpang dengan menawarkan jasanya di pintu kedatangan, terbayang lalu lintas Jogja yang muai dipenuhi mobil dengan plat mobil selain AB, Jogja memang selalu ngangenin!

"Mbak, penerbangannya apa ya?", pertanyaan sopir taksi membuyarkan lamunanku
"Ow, Air Asia pak.."
"Berarti terminal 3 ya mbak"
Aku hanya manggut -manggut saja, sambil berpikir 'waw, terminal 3!Selama ini hanya kubaca lewat berita dan tulisan di Forum, akhirnya aku akan menginjakkan kaki disana!'


*
"Terimakasih pak..", kuserahkan uang berwarna merah bergambar Soekarno Hatta lengkap dengan teks proklamasi kepadanya seraya mengangkat tasku yang tidak terlalu berat.

Kupandangi antrian yang sudah cukup panjang di depan pintu masuk utama keberangkatan. Banyak juga yang sudah mudik hari ini, cuti bersama kan masih jatuh esok hari ya? Aku termasuk orang yang melegalkan tidak masuk kerja hari ini dengan alasan mudik dan ini tiket pilihanku yang terakhir.Tidak ada lagi untuk penerbangan hari esok bahkan sampai hari H Idul Fitri.'Ah, bersabarlah gal..antrian ini tidak seberapa kok', aku coba menghibur diri dan masuk dalam antrian.




Kutebarkan pandangan ke seluruh penjuru dan detail sudut bangunan lobby terminal 3 ini.Konsep bangunan yang sangat berbeda dengan dua terminal yang lebih dahulu dibangun.Terminal 3 menyajikan desain yang sangat modern. Tidak ada garis arsitektur tropis sama sekali disini.Pemilihan warna sampai dengan papan petunjukpun hadir dengan nuansa yang mewakili kata 'modern'.Sangat dekoratif dengan gambar-gambar vektor. Bangunan yang sangat eco-friendly, kesimpulan sementaraku.

Aku dikagetkan dengan suara koper yang jatuh tepat disebelahku. Ada-ada saja bawaan orang ini, aku hanya membatin. Ngomong-ngomong, kenapa antrian ini tak kunjung bergerak ya?Aku mencoba melihat ke pangkal antrian dengan berjinjit tetap di barisan antrian.Douh!Ini ajaib!Selama ini mengantri ternyata pintu masuk itu belum terbuka, tidak ada satupun petugas terlihat di area pintu masuk utama itu.'Sabar ya gal....ini sudah imsak lho...', lagi-lagi aku mencoba membesarkan hati untuk tetap mengantri.

Tak lama antrian ini bergerak. 'Alhamdulillah...',aku mengucap syukur. Kulirik jam tanganku sekarang sudah memasuki pukul 04.15. Orang-orang di kanan kiriku menegak minum untuk terakhir kali karena sudah jatuh masa imsak. Pemeriksaan awal sudah terlewati, cek tiket, dan bawaan dengan sinar Xray.

Aku melangkah menuju loket check-in.Kubaca layar yang mengarahkan cek in dengan tujuan JOG alias Jogjakarta. Mengantri lagi. Hidup di Indonesia memang harus membudayakan antri. Jangan malas mengantri kalau kamu mengaku orang berpendidikan! 'Kenapa hanya satu loket sih yang dibuka?' aku menggerutu dalam hati. Sedangkan loket sebelah nampak seorang mas-mas yang juga duduk bersia melayani proses cek in.



"Silahkan mbak.." , Mas-mas tadi mempersilahkan aku pindah antrian menuju loket nya.
Wow, doaku eh maksudnya gerutuanku didengar Allah...oke dengan cepat aku sudah memperoleh boarding pass di tangan.Kusimpan KTPku dengan rapi di dompet, boarding pass di tangan dan kuberjalan menuju pos berikut.



Yap, Passenger Service Charge alias pajak airport. Kuserahkan boarding pass ku beserta 1 lembar uang bernilai 50 ribu rupiah. Petugas mengembalikan boarding passku dengan tambahan stiker airport tax dan uang sejumlah 10 ribu rupiah.'Pajak ini naik lima ribu ya?' aku hanya membatin sambil menerima uang kembalian beserta boarding passku.

Aku berjalan menuju ke ruang tunggu.Melewati sebuah hall yang lumayan luas. Disini tempat bertemunya penumpang yang baru datang dan penumpang yang akan berangkat. Pasti ramai sekali ya bila bukan jam sepagi ini. Lagi-lagi aku terperangah dengan desain terminal tiga ini.



Terminal yang baru diresmikan 28 April 2009 oleh Presiden RI ini masih dalam kondisi baik, rapi, semoga 6 bulan kedepan kondisinya masih sama dengan sekarang.Mengingat masyarakat kita terkadang belum korporatif untuk menjaga fasilitas publik. Dan tentu saja PT Angkasa Pura II yang paling punya andil dalam perawatan fasilitas publik ini.Jika lalai maka sia-sialah dana sebesar 300 miliar demi membangun terminal ini. Pembangunan dimulai tahun 2007, memiliki target operasional pencapaian kapasitas penumpang hingga 4 juta orang per tahun.

*
"Maaf ya mbak, mohon ditunggu sebentar", petugas penjaga scan boarding pass menegurku dengan ramah.
Dimulai dengan kata MAAF, berarti ada yang tidak nyaman dengan pos berikut sebelum memasuki ruang tunggu. Aku mencoba memandang jauh kedalam ruang tunggu, petugas-petugas pemeriksa bawaan dengan X Ray nampaknya sudah siap.Apalagi yang ditunggu hingga aku dan beberapa orang harus tertahan dulu disini?

Dari belakangku terdengar suara detak sepatu dengan ritme yang cepat dan menggema di penjuru ruang. Bangunan terminal tiga ini memang loss sekali, nyaris tanpa sekat kecuali untuk kebutuhan ruang yang bersifat privat.

"Maaf ya bapak-bapak ibu-ibu...", seorang wanita muda mengumbar senyum dan mengatur nafasnya seraya menyerahkan kunci ke petugas yang tadi terlebih dahulu mengucapkan maaf pada calon penumpang.

'Ow...dia membawakan kunci...dan itu adalah kunci...???' aku menghela nafas panjang.Itu adalah kunci lemari yang menyimpan perangkat komputer lengkap dengan CPU dan monitor yang digunakan untuk memindai barcode pada boarding pass kami. Betapa aku diuji bersabar selama turun dari taksi hingga detik ini.

Barcode berhasil dipindai, selanjutnya kembali pemeriksaan barang melalui X-Ray, dan 'welcome to the waiting room!' aku menjerit dalam hati.'Waw..amazing!'.Pandanganku tak terhalang satu sekatpun, luasan ruang ini cukup luas untuk bermain bola. Hanya memang kolom-kolom yang berada di tengah ini akan mengganggu permainan bolamu. Tapi kolom -kolom ini multi fungsi, selain sebagai fungsi aslinya sebagai struktur bangunan, dia juga berfungsi mengarahkan penumpang dengan komposisi repetisi pada ruang tunggu ini. Ruang terbagi atas beberapa zona tunggu, dilengkapi dengan papan penanda untuk setiap area zona.

Aku menuju ruang servis Musholla untuk mengerjakan sholat Subuh. Area lavatory dan musholla masih baru ini masih cukup nyaman.Hanya saja tumpukan sampah tissue yang belum diambil dari tempat sampah sangat mengganggu. Aku kembali mengelus dada berusaha menerima semua kondisi disini. Dan selalu bersyukur ini jauh lebih baik dari terminal 1 dan 2.



Selesai dari musholla aku menghempaskan badan ke kursi tunggu di zona 6.Tanpa peduli kanan kiriku, aku memejamkan mata menunggu panggilan boarding. Area menunggu ini nyaman,dimana penghawaan dibantu dengan penghawaan buatan alias Air Conditioner. Bangunan penuh dengan bukaan lebar dengan kaca disamping kanan kiri bangunan. Ini yang disebut eco-friendly design, dimana pencahayaan buatan tidak diperlukan disaat matahari bersinar. Cahaya matahari cukup memenuhi kebutuhan penerangan ruangan, sehingga tidak diperlukan energi listrik untuk pencahayaan buatan.

Terminal tiga dengan desain mukhtahirnya, seharusnya bisa sejalan dengan pelayanannya...ini yang kusebut dengan kecewa dengan servismu tapi desainmu mengobatiku...:)



"Panggilan ditujukan kepada penumpang Air Asia tujuan Jogjakarta dengan nomor penerbangan QZ 7340. Dipersilahkan menuju pesawat melalui pintu B.Terimakasih"


Jogja im coming!!!!

***
Maap ya panjangg bangettt
smoga bisa jadi guide jugah buat temen-temen yang belom pernah liwat terminal 3...:)
nantikan #2 yeaw...!!