Friday, September 25, 2009

Mudik ala Galuh #2- Banyak cerita di satu cerita

"Panggilan ditujukan kepada penumpang Air Asia tujuan Jogjakarta dengan nomor penerbangan QZ 7340. Dipersilahkan menuju pesawat melalui pintu B.Terimakasih"

Oke itu pangggilan untukku, emm ralat untuk semua penumpang dengan tujuan sama denganku.Antrian penumpang panjang sekali.Kurasa tidak ada seat tersisa. Aku memilih tak beranjak dulu dari kursi ruang tunggu ini.memandangi antrian panjang untuk boarding di depanku.'Mengapa orang Indonesia punya tradisi mudik?'aku mencoba bertanya dalam hati.'Kenapa gue mudik?' akhirnya pertanyaan kuubah.'Karena orang tua gue di Jogja'.Yup, jadi orang-orang ini mudik untuk berkumpul bersama keluarga, kesimpulan sementara aku.

Antrian sudah tak sepanjang tadi, aku pun bergegas masuk dalam antrian sambil berdoa, 'Ya Allah jangan lagi ada tragedi-tragedi mengecewakan seperti tadi pagi.Amin'.

Boarding pass dipindai dan diserahkan kembali ke aku. Aku berjalan menuju pesawat dengan penumpang lainnya.Suasana sekitar apron ramai, semua kru penerbangan ada disekitar badan pesawat.Mulai dari technician, bagage handling, refuelling, catering, da cleaning service.Mereka masih bertugas meskipun ini H-3 Hari raya Idul Fitri. Apa mereka tidak mudik seperti aku? Ternyata kesimpulanku diawal salah, tidak semua orang bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga di hari raya.Selamat bekerja guys!

Aku menaiki tangga pesawat satu demi satu berhati-hati, dengan tangan tetap menutupi hidung.Aku benci bau avtur. Ini mengingatkanku pada pengalaman-pengalaman masa kecil terbang dengan pesawat.

Aku selalu mengalami mudik ke Jawa.Ya,aku besar di pulau seberang Kalimantan.Setiap tahun aku dan keluarga pasti melakukan perjalanan panjang ke Jawa.Pesawat, sudah menjadi transportasi wajibku setiap mudik.Sebelum kelas 6 SD aku selalu mengalami masalah ketika pesawat Take Off dan Landing.Paranoid yang luar biasa disertai muntah (maaf ya..;P). Mamaku selalu mendampingi aku melewati masa-masa yang menurut aku KRITIS itu.

Seiring waktu entah aku sudah bisa melewati masa-masa KRITIS itu.tepatnya pertama kali melakukan study tour kelulusan kelas 6 SD ke Balikpapan. Mungkin aku menahan gengsi, tidak keren sekali bila aku harus mabuk di pesawat.Alasan lucu ya untuk ukuran anak lulus SD.Tapi aku berhasil sejak saat itu aku tidak pernah bermasalah dengan take off maupun landing ataupun turbulence.

Ini deretan kursi aku sesuai boarding pass.Kunaikkan tasku kedalam cabin. Sekali lagi kucocokkan boarding pasku dengan nomor yang aku baca di cabinet pesawat 29E. Kenapa lelaki ini duduk di kursi ku???

"Maaf mas..."
Perempuan disebelah mas-mas itu menyikutnya memberi tanda, bahwa aku menyapa dia.
"Oh iya mbak, mbak 29E ya?"
"Iya " jawabku mantap
"Eng..mbaknya sendiri?"
HEH?pertanyaan macam apa itu?
Aku mengangguk
"Mbak tukeran ya, mbaknya duduk disitu.."Dia menunjuk satu bangku kosong persis sebelah jendela di deretan depannya, nomer seat 28 C.
Aku menghela nafas, "Oke" aku tak berceloteh banyak mengiyakan, karena kursi yang ditawarkan dekat jendela.(itu tempat kesukaanku!)
Akhirnya aku menempati kursi 28 C. Mematikan handphone,memasang sabuk pengaman dan memejamkan mata bersamaan dengan tinggal landasnya pesawat.Jakarta dalam mimpiku...

*
Aku tersentak terbangun, kulihat jam tangan waktu sudah menunjukkan 06.50, ini artinya 10 menit lagi pesawat akan landing.Langit diluar sedikit gelap.Dan sesaat sempat mengguncang badan pesawat sebelum akhirnya aku mulai mengenali satu-persatu landskap kota Jogja.

Dimulai dari hamparan alun-alun Utara dan Selatan dengan Kraton ditengahnya.Lalu bergeser ke timur fly over Lempuyangan, disusul hijaunya stadion Mandala krida, kemudian fly over Janti hingga tak terasa roda pesawat sudah menyentuh landasan pacu.

>

Pesawat sudah memposisikan diri di 07.47'12" LS / 110.25'55" BT. 'Im in Jogja!!!' aku menjerit dalam hati seraya menyalakan handphoneku.

drrtt..drttt...drttt
1 message received
'Dek, kalau sudah landing tunggu di keberangkatan ya'
Pesan singkat dari papaku.Beliau selalu memilih menjemputku di loby keberangkatan karena mobil bisa masuk ke area dropping. Kalau ada pertanyaan tarif parkir mana yang paling mahal, jawabannya adalah 'BANDARA ADISUCTJIPTO'.Kenapa?Meski hanya mengantarkan calon penumpang (menurunkan penumpang di area dropping terminal keberangkatan), tanpa parkir,satu mobil pribadi di todong 2500 rupiah bok.Mungkin kalau mau tega, turunkan saja calon penumpang diluar pagar bandara, biarkan dia jalan kaki ke terminal keberangkatan dan anda tidak akan rugi 2500 rupiah. :)

Sebelum direnovasi sebelum tahun sekitar 2006, Bandara di Jogja ini memang bisa dikatakan sudah tidak memenuhi syarat dalam artian kapasitas penumpang dengan desain dan ketersediaan ruang bangunannya sudah tidak saling mencukupi.Bahkan ketersediaan lahan pun terbatas ketika bangunan ini direnovasi.

Kalau pandangan aku sih, itu hanya menambah selasar sekutar 2-3 meter keluar bangunan. Kemudian menyesuaikan susunan ruang dengan alur pelaku kegiatan di bandara.Sehingga open space di site lama nyaris tak bersisa.Oleh karena itu solusi yang diberikan adalah adanya publik parking di seberang jalan yang notabene melewati rel kereta api. Jauh sih memang, tetapi tidak perlu khawatir sekarang sudah ada terowongan yang menghubungkan area parkir dengan terminal keberangkatan dan kedatangan bandara.

Faktanya,hasil tinjauan Komisi D DPRD DIY menyatakan renovasi dan pembangunan Bandara Adisucipto yang mengalami beberapa perubahan diantaranya pada gedung terminal yang semula luasnya 6.004 m2 menjadi 8.510 m2, ruang cek in dari luas 408 m2 menjadi 1.202 m2, hall dari 913 m2 menjadi 1.833 m2, ruang tunggu dari 849 m2 menjadi 1.534 m2. Sedangkan fasilitas tempat parkir kendaraan mengalami perubahan,semula areal parkir sebelah barat dari luas 2.927 m2 menjadi 1.573 m2, parkir CIP dari luas 523 m2 menjadi 469 m2. Pengurangan luas areal parkir kendaraan tersebut, mengakibatkan pembangunan areal parkir baru di sebelah selatan rel kereta api seluas 964 m2 dan pembebasan tanah warga oleh Pemda Propinsi DIY seluas 10.000 m2 untuk areal parkir disebelah utara rel kereta api.

*
Setelah melewati sopir-sopir taksi yang menyambut kedatangan setiap penumpang dengan menawarkan jasanya di pintu kedatangan, Langkahku sudah mencapai Lobby terminal keberangkatan. Dan tak lama, mobil hitam yang dikemudikan papaku menghampiriku.Bayangan tentang lalu lintas Jogja yang muai dipenuhi mobil dengan plat mobil selain AB sudah nyata di hadapanku...

Sugeng Rawuh
begitu kata baliho besar di jalan raya ini

***
Masih banyak cerita aku selama mudik...
tetep baca ya guys...:)