Wednesday, November 02, 2011

Penyakit Wanita

WANITA memang istimewa. Tak hanya dari segi psikis, dimana wanita dikatakan tak pernah menggunakan logika, tapi juga dari segi fisik.  Terbayang kan sebuah siklus yang dimilikinya setiap bulan? Menstruasi, sebuah siklus yang setia menyambangi wanita normal dari segi reproduksinya. Tulisan ini bukan tulisan ilmiah, saya pribadi hanya ingin berbagi kepada teman-teman yang mungkin memiliki riwayat menstruasi seperti saya. 

Dikutip dari Wikipedia, Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Pada wanita, siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya. Mmm banyak juga ya? Tak heran bila seorang wanita sedang menstruasi akan terlihat lebih lemas terutama bila ia mengidap anemia.
Ternyata, hormon pada setiap manusia, tidaklah sama. Terlebih wanita. Tak jarang gejala atau pengalaman perempuan saat menjalani menstruasi berbeda-beda. Ada seorang teman saya, saat menjelang mens, mengalami PMS (Pre Menstruasi Syndrome) cenderung makan banyak atau berjerawat. Beda lagi dengan teman saya yang lain, jelang siklus bulanan datang, ia lebih terlihat jutek dan uring-uringan. Kalau kamu salah ngomong, bisa-bisa terjadi perang dunia ketiga dan bersiap mendengar repetannya yang panjang tak kunjung usai :(

Begitu juga saat menjalani menstruasi tersebut. Beberapa wanita akan beraktivitas seperti biasa layaknya hari-hari biasa. Sedangkan saya?
Pak, saya ijin tidak masuk hari ini. Saya sedang 'halangan'
Kalimat di atas adalah bunyi pesan singkat yang biasa saya kirimkan pada atasan dan HRD saya di kantor. Ya, sebulan sekali saya akan absen ngantor dikarenakan menstruasi. Tidak elit ya kedengarannya. Tapi faktanya , bila saya memaksakan diri masuk saya akan merepotkan seisi kantor karena pingsan. :)

Dokter pernah mengatakan, "Endometriosis  itu obatnya satu, menikah." Saya hanya tertawa, mengingat tak hanya seorang dokter yang pernah berkata seperti itu pada saya, beberapa juga menyampaikan hal yang sama. Teman saya yang sudah menikah pun membenarkan. "Kalo lo uda merid, gak bakal deh tersiksa lagi nyeri bulanan kaya gini."

Apa itu Endometriosis?
Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain (Wikipedia)
Gejalanya adalah seperti yang saya alami, tersiksa amat sangat dikala hari pertama dan kedua siklus menstruasi terjadi. Dulu, sebelum periksa ke dokter, Ibu selalu membesarkan hati saya. Beliau selalu berkata "Tidak apa-apa, ibu juga seperti ini saat remaja." Ternyata, kita tidak bisa menganggap rasa sakit nyeri yang berlebihan itu sesuatu yang biasa.

Untuk teman-teman remaja yang mengalami nyeri hebat saat menstruasi, saya anjurkan segera periksakan diri ke dokter. Mintalah Ibu untuk menemani. Oya, jangan kaget bila beberapa mata akan memandang kalian. Aneh memang saat berada di ruang tunggu Ginekologi, berdampingan bersama ibu-ibu hamil. Kesannya kita yang masih belum pantas umur kok hamil duduk menunggu giliran periksa. :))

Cara mengatasinya selain berobat, saran saya :

  1. Pilihlah makanan dan pola makan kamu. Saya cenderung mengurangi makanan hewani bila menjelang menstruasi.
  2. Saat mens, lebih baik yang kamu lakukan adalah bedrest. 
  3. Bila sakitnya terlalu, bisa kompres dengan air panas.
  4. Menangislah bila memang perlu :) Itu akan mengurangi rasa nyeri yang kamu tahan.
  5. Selebihnya berdoa dan tertidurlah, jadi pas bangun rasa skitnya sudah hilang :)
Sekali lagi ini hanya tulisan pengalaman. Bila kamu memiliki pengalaman, mari berbagi :) Tak ada yang perlu ditakuti dari sebuah menstruasi yang disertai nyeri.