Wednesday, May 16, 2012

Aku, Arsitek Mas..

"Arsitektur , Mas." Raut muka si Mas ini nampak sangsi dengan jawabanku.

"Oo..arsitek. Berat donk ya kuliahnya, banyak tugasnya kan?"

Aku mengangguk. Mantap. Memang, baru memasuki semester dua aku sudah koleksi banyak lembaran gambar dan puluhan maket.

"Oo..pernah ikut Marching Band ya sebelumnya? Mmm..Bontang, bareng mas Sony dong?" Si Mas ini sibuk membolak-balik dan membaca formulir biodataku.


"Mas Sony?" Aku bertanya memastikan tidak salah dengar.
"Iya, kenal nggak? Dia juga dari Bontang."
"Mmm..enggak mas." Aku menjawab polos.
"Dulu megang trumpet, kenapa sekarang pengen Color Guard?"

Pertanyaan mendasar sekali dari motivasi aku nekad mengisi formulir REKRUTMEN MBUII GOES TO HB CUP 2001.
Masih ingat sekali waktu baru menjalani masa ospek, stand pertama yang kudatangi adalah stand MBUII. Aku bersama seorang yang juga bernama Galuh, MIBA Fakultas TI. Aku masih bisa meniup trumpet waktu itu, aku mencobanya meski sudah 3 tahun lebih tak lagi menyentuh mouthpiece. Ketika disodorkan buku untuk mengisi, aku memilih tidak mengisinya. "Saya belum tau akan ikut atau enggak mbak... Entar aja ya" Begitu alasanku menolak, karena aku belum tahu seperti apa kuliah di Arsitektur yang katanya harus siap tidak tidur dan rela melembur mengerjakan tugas.

"Saya suka nari mas." Jawabku singkat.
"Tahu darimana ada rekrutmen ini?"
"Dari Rengga, trus saya telpon mbak Lia."
Si Mas tadi hanya menangguk-angguk mendengar jawabanku.
"Yakin bisa bagi waktu sama kuliahnya? Tugas anak arsitek kan banyak? Latihan MB nggak sebentar lho..."
"Insya Allah. Kan uda jadi tanggung jawab saya mas..."
"Oke, kita lihat ya seperti apa kamu entar kedepannya.."

Glek. Aku ditantang! Oke, saya akan buktikan! Aku membatin sambil beranjak meninggalkan si Mas yang tadi mewawancaraiku.

*
"Galuh ya?"
"Iya mbak, saya."
Si Mbak tadi menangguk mempersilahkan aku bergabung dengan teman-teman yang lain.
"Oke ini ada beberapa equipment, silahkan diambil."

Wew...iya sih aku pernah ikut Drum Corps, tapi aku hanya tau Color Guard dari luar saja. Belum pernah tau persis teknik memainkan alat-alat didepanku ini. Mmm... Kuambil satu bendera dengan tongkat kecil dan pendek, yang belakangan kukenal dengan nama One Flag.

"Sekarang ambil jarak, dan tunggu musik ini saya mainkan. Kalian silahkan bergerak sesuai musik dengan alat yang kalian pegang."

WHAT? Yakin ya mbaknya? Mmmm... oke, aku memang pintar nari, bahkan semester satupun aku masih tergabung di Club Dance Radio terkenal di Jogja. Tapi bermain dengan alat seperti ini? Ow! Aku ingat, aku pernah diajarin bermain Simpai untuk paket dance kontemporer dengan teman-teman di Club Dance itu. Salah satu seniorku disana adalah pelatih Color Guard MB Atmajaya. Yeah, ini pasti sama cara memainkannya, setidaknya bendera ini terlihat cantiklah.

Musik diputar dan semua bergerak. Ada tiga orang yang tak kukenal juga ikut audisi ini. Aduitorium kampus pusat ini jadi saksi perdana aku menari dengan One Flag. :) Dan selesailah gerak-bergerak kali ini.

"Oke semua...Tunggu kabar dari kita ya untuk hasil audisinya. Sampai ketemu lagi ya." Mbak yang belakangan kukenal dengan nama Diyah Hayu menutup pertemuan dengan salam.

**

"Ternyata lo ngebuktiin apa yang lo sampein ya gal."
"Hahahaha... Ya iyalah...."
"Sampai sekarang ada tugas, atau ujian lo yang lewat nggak?"
"Enggak mas...Heheheh"
"Bagus... Salut."
"Heheheh..."
Aku tertawa menanggapi pernyataan Mas Ridwan. Kami sedari tadi mengobrol di bangku putih di lorong pojokan depan pintu sekretariat, menunggu sang Sekum datang memulai rapat pleno.
"Ayok yok, pleno -pleno!" suara khas dari ujung berlawanan terdengar nyaring.
"Huh..dia baru dateng tuh mas..."
"Set dah... kemane aje lo? Kita daritadi ude nungguin Malih!"
"Biasaa.. Mas Tri dulu... Yok, berger!"
Satu-satu kami beranjak menuju ruangan samping aduitorium lantai 3, membuntuti Mas Fajar yang lengkap dengan PDH dan rokoknya tentu saja.

***
Lengkap perjalanan gue, as rekrutmen, anggota, pengurus, alumni :)
Galuh Prasamuarsi Parantri NIA. 02 17 018