Tuesday, May 01, 2012

Ngintip Halte Transjakarta

Awalnya, karena tugas kuliah tentang Crisis Management, saya dan kelompok memutuskan untuk menganalisa Manajemen BLUTransjakarta atau yang biasa kita sebut 'Busway' . Well, namanya Transjakarta yang tadinya primadona ini mendadak menjadi bahan celaan untuk kasus tertentu, terutama pelayanannya yang dianggap menurun. Akhirnya langkah pertama yang saya lakukan adalah gugling keyword 'Transjakarta'.


Mengutip dari laman resminya, dikatakan bahwa di bawah Badan Layanan Umum Transjakarta telah mengelola lebih dari 6 tahun (hampir 7 tahun) Transjakarta Busway, sudah melayani 10 koridor dengan total panjang lintasan 123,35 km. Hal ini merupakan lintasan terpanjang di dunia dalam sistem BRT, serta telah mengangkut penumpang rata-rata 350.000 orang per hari.
Kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan melakukan evaluasi dan pengawasan dengan berkoordinasi instansi terkait dan dukungan dari masyarakat. Sebagai media komunikasi antara pengelola dengan para stakeholder khususnya pengguna bus Transjakarta, dikembangkan sistem informasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui situs resmi Unit Pengelola Transjakarta Busway. (Kutipan sambutan Kepala Unit Pengelola Transjakarta Busway M. Akbar, MSc.)






Dan terlihat bahwa laman resmi tersebut memang sebagai wadah komunikasi yang baik bagi penumpang yang membutuhkan informasi dan bagi penumpang yang mau menumpahkan caci maki. Hehehehe. Dalam laman tersebut memiliki beberapa kanal dengan fungsinya masing-masing.


Cukup lengkap juga media komunikasi BLUTransjakarta ini. Saya baru tahu bahwa ada sms centre untuk keluhan penumpang dengan nomor hotline 9250. Lalu selain itu ada pula arsip berita rilis yang dibuat oleh BLUTransjakarta. 




 Dan yang tak kalah penting, menjawab era kekinian, kehadiran akun social media yang mereka miliki. BLUTranjakarta memiliki akun Pages Facebook dan akun Twitter. Mengintip Facebooknya, aktivitas bulanannya sih nyaris tidak ada update, tetapi Twitternya masih aktif menjawab dan memberi informasi.




Saya masih ingat  di tahun 2007an, fasilitas Transjakarta masih rapi dan bagus. Saya betah sekali duduk di halte untuk menunggu bis berikutnya. Tetapi, sekarang nampaknya pengalaman semacam itu tidak bisa lagi saya rasakan. Tak jarang bila sedang peak hours antrian dalam halte saja membuat kita sesak napas, atau dorong-dorongan. Fyuh...


Saya (lagi-lagi) baru tahu kalo di situs resmi tersebut menyajikan Halte Cam! Jadi di kanal paling ujung kiri, kanal ini berisi rekaman CCTV halte-halte Transjakarta. Saya rasa ini cukup bermanfaat untuk mengetahui kondisi halte yang ramai atau tidak. Kebetulan di dekat kantor halte Busway Karet adalah halte terdekat. Mungkin jarak tempuh berjalan kaki memakan waktu 10 menit. Nah dengan fasilitas Halte CAM ini saya bisa memantau kondisi halte sebelum memutuskan meninggalkan kantor :)




Setidaknya, saya mengapresiasi BLUTransjakarta yang memikirkan cara berkomunikasi dengan penumpang setia Busway. Tentunya informasi yang ditampung ini akan menjadi bahan evaluasi di pihak BLUTransjakarta. Semoga. :) Silakan bermain-main ke situsnya di http://www.transjakarta.co.id . Atau follow twitternya @BLUTransjakarta Jadi, masih akan menggunakan Busway kan teman-teman?