Tuesday, June 22, 2010

Jakarta oh Jakarta

"Dengan Keragaman Kita Bangun Jakarta sebagai kota jasa yang ramah lingkungan"


Kurang lebih seperti itu bunyi tema HUT Jakarta ke 483



Dua minggu ini setiap saya melewati jembatan di sisi selatan gedung kantor saya, saya selalu tersenyum. Apa yang membuat saya tersenyum? Disana terpampang spanduk himbauan yang intinya mengajak warga untuk memberikan kado bagi Jakarta dengan cara tidak membuang sampah di sungai/kali. 

Nyaris setahun yang lalu setiap melintas jembatan penyeberangan di halte Bendungan hilir, saya tertarik dengan spanduk yang bertuliskan 'Jakarta Service City'. Yang dimaksud Jakarta sebagai Service City adalah kebijakan baru dari pemerintah provinsi...


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta bekerja sama dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta sepakat mewujudkan Jakarta sebagai Service City.

Ini adalah upaya pengembangan dan pembangunan Jakarta sebagai kota layanan jasa-jasa dan pusat perdagangan domestik dan internasional yang terintegrasi, efektif, efisien dan kompetitif


Kalau menilik beberapa bulan yang lalu, saya sempat menyaksikan video mapping di museum Fatahillah. Saya sangat tertarik dengan tagline pada setiap baliho dan umbul-umbul di sekitar kawasan ‘Kota kreatif, Jakarta Punya!’. Seperti apa perwujudan Jakarta sebagai kota kreatif?

Misi Pemprov DKI merevitalisasi Kawasan Kota Tua sebagai kawasan industri kreatif. Acara saat itu terselenggara atas kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan British Council dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Banyak ya misi kota Jakarta ini bila kita menelusuri satu-satu? Harapannya sih di usia yang semakin tua, semua fasilitas publik semakin memadai, tentunya diiringi kita sebagai pengguna yang membantu merawatnya.

Kita juga semakin peduli pada Jakarta, dengan mendukung semua program pemerintah untuk mewujudkan kota jasa ramah lingkungan. Misalnya dengan turut kampanye stop buang sampah di kali, melakukan penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan.

I love u Jak!

Oyah bonus yang pengen tau soal sejarah Jakarta, bisa search di Twitter hashtag #myjakarta via @myARTasya