Monday, March 08, 2010

M & M



Aku gugup, deg-degan, entahlah perasaanku campur aduk. Resah, tidak tenang, entahlah. Aku sudah duduk sekitar 10 menit di kursi berwarna merah ini. AKu tidak perlu takut, karena ada ratusan orang di dalam gedung pertunjukan ini.

AKu menarik nafas, panik. Entah mengapa. Tanganku berkeringat. Jantung aku berdegup kencang. Aku memandangi panggung yang masih tertutup tirai. Cepatlah... aku semakin tak sabar.

Suara lagu I'm A Marionette dari ABBA terdengar

"You're so free," that's what everybody's telling me
Yet I feel I'm like an outward-bound, pushed around, refugee.."

Dan akhirnya tirai panggung itu terbuka. Semua orang digedung ini bertepuk tangan. Aku masih cemas, hanya diam.

Dia disana, El, dan empat pupeter lainnya melambaikan tangan.

Lagu mengalun, mereka beraksi

"I'm a marionette, just a marionette, pull the string
I'm a marionette, everybody's pet, just as long as I sing
I'm a marionette, see my pirouette, 'round and 'round
I'm a marionette, I'm a marionette, just a silly old clown.."

Sepanjang pertunjukan aku masih tidak tenang, meski aku mencoba untuk menikmati pertunjukan ini. Cerita tentang empat tokokh laki-laki dan satu perempuan. Seorang laki-laki yang memperjuangkan cintanya.

Fyuh, aku masih tak tenang. Aku disini untuk memenuhi undangan El. Ya, karena dia aku duduk disini. Dia hanya mengirimiku pesan singkat kemarin "Pertunjukan Marionet, besok di gedung pertunjukan kota jam 7 malam. Be there. Beg u".

El, satu laki-laki diantara empat lelaki yang mencoba mewarnai hidupku. Ini cara dia menunjukkan kesungguhannya? Mengundangku kemari dan mempertunjukkan satu kisah yang didedikasikan untukku?

Ya, ini kisah perjuangan laki-laki mengejar cintanya, dan happy ending. Si perempuan menerimanya. Akhirnya semua orang berdiri bertepuk tangan kencang. Aku masih berdiam, meskipun ikut berdiri seperti semua orang di gedung ini. El dan rekannya menghilang seiring ditutupnya tirai panggung.

Tak lama semua orang mulai meninggalkan kursinya menuju pintu keluar. Aku masih terduduk memegangi bungkusan yang sudah aku siapkan untuk El.

Tuuut...tuuut..tuuuut...tuuuutt..
Satu pesan singkat aku terima,

Aku tunggu di backstage sekarang, El.

***

"Marionet yang sangat menarik", aku membuka pembicaraan saat El menghampiriku di pintu keluar belakang panggung. Aku mengomentari boneka tokoh laki-laki pejuang cinta yang tengah ia pegang.

Dia tersenyum, "Kamu suka?"

"Suka."

Dia memberikan boneka itu padaku. Aku menerimanya, dan menyerahkan bungkusan yang sudah aku siapkan untuknya.

"Apa ini?"

"Bukalah, nanti juga kamu tahu."

Dengan sigap El membuka bingkisan dariku. Tersenyum lagi dan terdiam sesaat sembari membaca kartu yang aku tulis.

"Matryoshka, boneka khas Rusia...." Aku memecah keheningan.

"Mmm.. "matryoshka" diambil dari nama "Matryona", nama dari seorang wanita yang bertubuh gemuk. Seperti aku." aku menghentikan kalimatku, menghela nafas.

"Aku ingin seperti boneka ini, dengan 3 boneka lebih kecil didalamnya. Yang besar adalah ayahnya, yang kedua adalah ibunya dan yang dua anaknya. Ya aku ingin punya 2 anak ."

El tersenyum, dan memelukku, "Nanti kita beri nama mereka Marionette dan Matryoshka"


***

Happy birthday Om Ikal!!!
Aku mencuri marionette-mu dan kupasangkan dengan martyoshka yak?? hihihihi
Semoga tidak tambah iseng dan nakal , malu dengan umur brad!

*notes kado buat temen Hermes Ikal, yang pernah nulis soal Boneka Marionette

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Matryoshka (bahasa Rusia: матрёшка), adalah boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan bentuk boneka-boneka yang lebih kecil. Nama "matryoshka" diambil dari nama "Matryona", yang merupakan nama dari seorang wanita yang bertubuh gemuk.

Model-model boneka matryoshka dapat bervariasi sebagai contoh bentuk gadis petani dengan pakaian tradisional, karakter dongeng sampai para pemimpin Soviet.