Tuesday, August 25, 2009

Senja Dengan RahmatNya

Baru saja aku merasa nyaman duduk di barisan ketiga
mulai mendengarkan radio dari earphone handphone aku
tiba-tiba suara di luar sana jauh lebih merdu mendendangkan lagu tahun 70-an

OFF Radio
dengan posisi earphone masih menempel ditelinga aku mencoba menikmati suara pengamen itu

tak berapa lama hiburan sesaat di atas PATAS AC ini diakhiri dengan sodoran kertas yang dibentuk menyerupai corong untuk mewadahi lembaran dan recehan uang dari penumpang

ON Radio
kembali menikmati lagu-lagu indonesia terlaris lewat earphone ku

tak berapa lama terdengar suara lagi dari luar sana
kali ini terdengar lirih, sayup-sayup hampir tak terdengar

OFF Radio
masih dengan posisi earphone menmpel kucoba menelaah suara apa gerangan

seorang bapak berumur sedang melafalkan ayat-ayat suci AL Quran
meski terkesan tergesa-gesa dengan tempo yang cepat, tetap saja seperti menemukan oase di gurun pasir ketika mendengarnya

dia bergerak dari barisan terdepan ke belakang perlahan seraya menengadahkan tangan kanannya
menampung lembaran-lembaran uang


astaghfirullah,
sempat terlintas di benakku untuk tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuknya
berbeda ketika pertama mendengar alunan suara pengamen dimana aku langsung tergerak untuk menyiapkan selembar uang ribuan

dua suguhan yang menarik dan berbeda
yang satu adalah rahmatNya untuk memiliki suara sebagus itu
yang kedua adalah rahmatNya juga rentetan ayat suci diperdengarkan di senja tadi
semoga apa yang aku berikan menjadi rahmat pula bagi mereka
amin

*catatan senja di patas ac 44