Thursday, January 28, 2010

Ketika Ketik-ketik



Suara keyboard yang ditekan terdengar jelas disini.

Dari sebelah sana juga begitu.

Diseberang sana juga.

Di ujung sana juga sama.

Seluruh ruangan ini dipenuhi suara sentuhan tangan-tangan yang lincah menari-nari diatas keyboard. Irama dan temponya berbeda. Tapi semua berbunyi, sama.

Tahu kan seperti apa bunyinya? Pastilah kamu tahu. Kamu juga pengguna komputer dengan perangkat keyboard kan?

Semua orang disini seperti terpenjara dalam ruangannya masing-masing. Iya, meski meja kami terbuka, tapi ruang maya sudah terbentuk. Masing-masing orang memiliki kapling tak lebih dari 1 x 1 m. Itu sudah lebih dari cukup. Untuk meja, kursi , dan perangkat komputernya.

Semua orang tak lepas memandang layar monitor. sementara tangannya sedang mengetik sesuatu. Seperti aku juga begitu

Ini perdana bagiku. Setelah genap satu minggu aku nyaris tak menyentuh keyboard untuk mengetik.

Satu minggu?

Yap, satu minggu. Waktu yang lama untuk ukuran seorang aku tidak berakrab-akrab dengan komputer lengkap dengan keyboardnya.

Ada apa dengan satu minggu yang lalu?


Well, Aku hanya ingin mengetik satu paragraf sebagai penjelasan

Percaya atau tidak, ketika kamu patah hati kamu akan sangat produktif mengetik hingga menghasilkan banyak tulisan. Tapi ketika kamu jatuh cinta kamu akan lumpuh dari aktifitas mengetikmu bahkan tak menghasilkan apa-apa.

***
GaL
Ketika ingin ketak-ketik nggak jelas