Friday, December 25, 2009

Makan Malam Bersama 24 Desember


Ini malam tanggal 24 Desember 2009. Jakarta sedikit basah karena hujan tadi sore. Malam ini aku menembus jalan raya Jakarta menuju daerah Mampang. Tempat kediaman rumah mertua kakakku.

Menurut tanggalan 2009, besok adalah tanggal merah dan tertulis sebagai Hari Raya Natal 2009. Tak heran jika semua gereja yang aku lewati malam ini parkirannya dipenuhi oleh kendaraan jamaahnya. Ya, karena malam ini mereka melakukan Misa.

Tujuanku bergerak kedaerah Mampang kali ini adalah memenuhi undangan makan malam keluarga besar kakak iparku di malam Natal. Ini kali kedua aku memenuhi undangan yang sama, begitu juga di tahun lalu.

Aku hanya membutuhkan waktu kurang dari 60 menit untuk tiba di Mampang. Lalu lintas malam ini tidak padat seperti hari biasa. Rumah yang bersahaja ini tetap sama setiap aku berkunjung, nyaman dan asri.

Acara rutin keluarga ini dikala malam Natal adalah berkumpul, berdoa, bersantap malam bersama, dan dilanjutkan acara buka kado. Dibawah pohon natal yang terpajang di ruang tengah sudah berserak banyak kado dengan bungkusan berwarna warni dan beraneka bentuk.

Doa yang terpanjat sebelum menyantap hidangan dipimpin oleh adik ipar dari kakak iparku. Aku sudah terbiasa mendengar setiap kalimat doa yang mereka ucapkan tulus dari hati itu. Aku hampir tahu urutan doa mereka. Ya, karena aku memang besar di keluarga besar yang heterogen keyakinannya. Setelah kata Amin, maka dimulailah santap malam.

Usai puas dengan hidangan, saat yang sangat ditunggu, khususnya oleh keponakanku adalah acara buka kado. Aku yakin tahun ini dia akan mendapat lebih banyak dari anggota keluarga lain. Karena dia adalah pusat perhatian kami semua. Bahkan ayahku di Jogja mengamanahkanku untuk menyiapkan sebuah kado untuk keponakanku yang baru berumur 3,5 tahun ini.

Dimulailah acara puncak makan malam kali ini. Satu persatu kado dibuka dan diberikan. Tawa bahagia menghiasi ruang tengah. Tak satupun raut sedih kudapati disini. Aku sendiri tertawa bahagia menyaksikan semua orang mendapat kado dan mengucapkan terimakasih.

Aku mendapat kado apa? Oh, tidak, aku kan tidak merayakannya. Aku berada disini karena aku adalah bagian dari keluarga besar ini. Kami hidup berdampingan dan menghargai. Kebersamaan tiada tara dalam tawa, mungkin itu kado terindah untuk malam ini. Makan malam bersama di tanggal 24 Desember.

***

Catatan dini hari 25 Desember 2009, 1:02 am.
GaL