Thursday, December 17, 2009

Satu Suro , Satu Muharam


Ini adalah hari terakhir bila kamu melihat kalender Jawa atau kalender Hijriyah

Bedanya nama bulan yang tertera untuk menyambut tahun baru pada kedua kalender tersebut.

“Sultan Agung (1613-1645M) menciptakan ‘kalender’ baru, yaitu kalender Islam-Jawa. Dia memerintahkan supaya kalender Jawa, yaitu tahun kalender Saka dari budaya Hindu, diganti dengan kalender Kamariyah dengan nama bulan Islam. Tetapi hitungan tahun masih meneruskan hitungan Jawa”.

Demikian pula dalam pengubahan penanggalan yang merupakan penyatuan kalender Islam dan tahun Jawa. Penetapan itu bertepatan dengan 1 Muharam 1053 H atau 1 Sura 1555.

Nama bulan yang hingga kini masih menjadi penanggalan itu Sura (Muharram), Sapar (Safar), Mulud (Rabiul awwal), Bakda Mulud (Rabiul sani), Jumadiawal (jumadil ula), Jumadilakir (Jumadil sani), Rejeb (Rajab), Ruwah (Sya’ban), Pasa (Ramadan), Sawal (Syawwal), Dulkangidah (Zulqaidah), dan Besar (Zul hijjah) (Zul hijjah)
Sumber Quote



Melihat dari Hijriyah, dengan kata dasar Hijrah.
Berarti berpindah atau meninggalkan. Hijrah juga berarti berkomitmen kuat pada nilai kebenaran dan meninggalkan kebatilan

“Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sudah tentu Allah akan mengaruniakan kepada mereka limpah kurnia yang baik. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi limpah kurnia.” (Al-Hajj:58)


Apa yang bisa direnungkan pada setiap pergantian tahun?

Aku, ingin menjadi pribadi yang lebih baik pastinya.


Seperti apa?

Dimulai dari mengingat bahwa aku hanyalah hambaNya yang lemah.

Dari titik itu aku akan berangkat.

Menuju apa yang aku harapkan, disertai usaha peningkatan ibadah, dan membekali diri lagi, lagi, lagi.

Dalam ridhoNya. Amin.

Tanggal satu, mau jadi kesatu ya?:)

Selamat Tahun Baru!!!!!
1st Muharam 1431 H