Tuesday, December 01, 2009

Cintai Aku



Ini hari keduaku ditempat ini. Suasananya semakin membosankan, karena aku tak punya teman bicara. Padahal tempat ini semakin ramai.

Aku memandang hamparan rumput nan hijau di depanku. Begitu besar keagunganNya. Tempat ini sejuk, dan seperti surga saja buatku. Kita dilayani layaknya raja. Benar-benar servis yang memuaskan. Padahal aku tak mengeluarkan memberi apapun sebagai kompensasi untuk semua ini.

Sebuah mobil memasuki halaman. Mobil itu penuh sekali. Dan, ada yang menarik. Dia sangat menarik. Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?

Dia berjalan kearahku. Semakin dekat kearahku. Aku sedikit salah tingkah, dia sempat melirikku ketika melewati aku. Dan dia hanya berlalu dengan lirikannya yang terekam jelas diingatanku.

*
Matahari sudah meninggi. Aku berharap bisa bertemu dia lagi.Karena tepat tengah hari semua akan berkumpul disini.

Aku berusaha mencarinya ditengah keramaian. Ditengah keputusasaanku setelah lebih dari 10 menit menebar pandangan keseluruh penjuru, badanku tiba-tba tersenggol oleh sesuatu dari belakang.
"Aw.."
Aku berbalik.
"Maaf...aku tidak sengaja."
Dia kini nyata dihadapanku. Aku yang tadinya sempat ingin mencaci karena emosi tiba-tiba meluluh terdiam. Lidah ini kelu hanya ingin sekedar mengucapkan 'tidak apa-apa'.
"Maaf ya?"
Dia memastikan aku untuk memafkannya dengan bertanya sekali lagi.
"Tidak apa-apa."
Akhirnya terucap juga tiga kata itu dengan terbata-bata dari mulutku.
"Aku melihat kamu tadi pagi yang menyendiri memandangi rumput hijau itu kan?"
Dia ternyata benar-benar melihat dan melirikku tadi pagi?
"eh, oh, em.. iya." aku gugup.
"Aku datang dari jauh."
"Oya?"
"Iya. Kamu sendiri?"
"Aku juga dari jauh. tapi aku jauh lebih lama berada disini, ini hari keduaku."
"Kamu menyukai tempat ini?" Dia bertanya datar tapi cukup membuatku terpesona.
"Suka, hanya saja aku bosan. Dan kamu adalah yang pertama kuajak berbicara."
"Oya, sedari dua hari lalu kamu berpuasa bicara?"
"Begitulah."
Dia tersenyum, sangat membuat degup jantungku semakin kencang. Rasanya aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku harus mengutarakan dia sangat menarik, dan aku akan bertanya apakah dia mau aku cintai?
"Emm... boleh akui bertanya sesuatu?"
"Apa itu?" Dia menjawab dan menatapku dalam. Sorot matanya membiusku. Dia begitu luar biasa mempesona.
"Apa kamu bersedia aku cintai?"
Dia tidak nampak terkejut dengan pertanyaanku.
"Aku bersedia ketika kamu juga bersedia berkorban untukku."
"Apa yang harus kulakukan untuk berkorban?"
"kamu lihat orang itu yang disana?"
Aku mengangguk.
"Ketika dia menghampirimu, turuti saja apa perintahnya. Dan saat kau dengar suara Takbir, itulah saat kau berkorban untuk mendapatkan kesediaanku dicintai olehmu."
"Baiklah. itu tidak susah."

*
Benar saja, tak lama aku dihampiri oleh orang yang tadi ditunjuknya. Aku sempat menoleh, ternyata dia juga dihampiri oleh orang lain. Dan aku sempat ingin kembali dan menyusulnya. Dia membohongiku? Mengapa dia pergi dengan orang lain? Tapi seperti pesannya, bila aku ingin mendapatkan kesediaanya untuk aku cintai aku pasrah dan menuruti apa yang orang ini perintahkan padaku. Aku tak mungkin berbalik dan mengejarnya.

Aku pasrah. Benar-benar pasrah, dengan perasaan yang ternodai oleh emosi ketika melihatnya menjauh dengan orang lain. Baiklah ini mungkin saatnya, aku bergumam saat kudengar suara Takbir menggema disekelilingku.

*
"Hai."
Aku terkejut menoleh.
"Kamu, kamu disini?Bukankah kamu tadi pergi dengan orang lain?"
"Aku pergi dengannya untuk menyusulmu. Oleh karena itu sekarang kita bertemu bukan?"
"Maksudmu?"
"Terimakasih kau telah menunjukkan padaku pengorbananmu."
"Aku tak mengerti arah pembicaraanmu? aku hanya menuruti pesanmu, pasrah, berserah."
"Iya. Ketika aku bersedia untuk kau cintai , aku ingin kau mencintaiNya terlebih dahulu."
"Aku??"
"Lihatlah kebawah."
Aku melihat ragaku tergeletak bersimbah darah. Tak lagi memiliki denyut nadi.Aku mati? Ya aku sudah mati, dikelilingi oleh banyak orang.Dengan suara Takbir masih menggema.Kupandangi dia, kali ini aku sudah mengerti.
"Itu yang kukatakan berkorban, mencintaiNya terlebih dahulu. Baru kau boleh mencintai aku."

***
Wrote on Friday, November 27, 2009 at 2:46pm



Selamat hari raya Idul Adha semua :)