Wednesday, December 16, 2009

(tidak) Bersahabat Dengan Matahari



Aku yakin setiap orang menanti datangnya pagi. Setelah terlelap semalaman, akhirnya terjaga dari mimpi. Membuka mata dan berharap dapat bertemu matahari. Ya, karena matahari menandakan awal hari, sebuah pagi.

Beberapa waktu lalu aku pernah menulis bahwa aku balapan dengan matahari. Menyenangkan bergegas dikala langit masih sunyi. Saat bulan belum berganti menjadi matahari. Saat langit gelap belum disinari oleh matahari.

Aku katakan, aku cinta matahari.

Tapi, hari ini ada yang membuat aku sangsi. Kurasa tidak semua orang menyukai matahari. Ini diluar mereka yang anti matahari karena ingin kulitnya putih. Ada segelintir orang disaat berhadapan matahari, akan memilih menghindari.

Sulit dimengerti. Matahari sumber energi, ternyata bisa menyakiti. Mungkin istilah medisnya alergi. Dan bukan hanya sekedar alergi.

Tapi, berakhir dengan mati.

Tidak semua orang bisa bersahabat dengan matahari.

***
16 Dec 2009
Inspired by:
Cerita seorang teman yang baru saja kehilangan temannya (singkatnya) karena Matahari.


Allah menciptakan semesta, semua terkait dan pasti ada makna yang belum kita pahami mengapa tidak sinergi antara manusia dan matahari untuk kasus ini.

Ini hanya tulisanku teman,untuk kita semua dapat merenung.